Jadwal Kereta Api - Meski sepi peminat, tetapi PT Kereta Api Indonesia perwakilan Denpasar tetap menerapkan kebijakan untuk membatasi jumlah penjualan tiket kereta dari Denpasar menuju sejumlah kota di Pulau Jawa.
Pembatasan ini dilakukan saat mendekati hari Lebaran guna menghindari kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk. “Kalau hari biasa per hari bisa 250 tiket, sekarang kita batasi hanya 150 tiket karena kepadatan di Gilimanuk sering tidak terkontrol,” ujar Dedi Mardiko, staf PT KAI perwakilan Denpasar, Rabu (11/8/2010).
Pada H-2 Lebaran, jika biasanya memberangkatkan calon penumpang hingga tiga bus, sekarang hanya dua bus. Di Bali tidak ada jalur kereta api, karena itu, PT KAI perwakilan Denpasar harus menggunakan bus dari Denpasar menuju stasiun Banyuwangi untuk mengangkut penumpang. Jadwal keberangkatan kereta tidak bisa lagi diganggu gugat, jadi PT KAI harus mengejar waktu agar tidak terlambat. “Karena kita diburu jam kereta, mulai H-7 jam keberangkatan kita majukan satu jam untuk keberangkatan pagi, dan satu setengah jam untuk keberangkatan kereta sore,” jelas Dedi.
Pembatasan ini dilakukan saat mendekati hari Lebaran guna menghindari kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk. “Kalau hari biasa per hari bisa 250 tiket, sekarang kita batasi hanya 150 tiket karena kepadatan di Gilimanuk sering tidak terkontrol,” ujar Dedi Mardiko, staf PT KAI perwakilan Denpasar, Rabu (11/8/2010).
Pada H-2 Lebaran, jika biasanya memberangkatkan calon penumpang hingga tiga bus, sekarang hanya dua bus. Di Bali tidak ada jalur kereta api, karena itu, PT KAI perwakilan Denpasar harus menggunakan bus dari Denpasar menuju stasiun Banyuwangi untuk mengangkut penumpang. Jadwal keberangkatan kereta tidak bisa lagi diganggu gugat, jadi PT KAI harus mengejar waktu agar tidak terlambat. “Karena kita diburu jam kereta, mulai H-7 jam keberangkatan kita majukan satu jam untuk keberangkatan pagi, dan satu setengah jam untuk keberangkatan kereta sore,” jelas Dedi.